Jawaban singkat: Formulasi kosmetik adalah proses menyusun komposisi bahan, kadar, dan cara pembuatan sebuah produk sampai aman, stabil, dan sesuai brief. Dalam maklon, brand owner menyiapkan brief, pabrik menyusun formula dan sampel, lalu sampel diuji dan direvisi sebelum produksi. Di ARK, satu putaran sampel butuh 14 hari kerja, biayanya Rp250.000 per produk, dengan maksimal 2 kali revisi.
Punya ide produk tapi belum tahu formulanya?
Tim R&D ARK membantu menerjemahkan ide Anda menjadi brief dan sampel yang siap diuji. Lihat layanan produksi kosmetik ARK atau konsultasikan konsep produk Anda tanpa biaya.
Apa itu formulasi kosmetik?
Formulasi kosmetik adalah pekerjaan menyusun “resep” sebuah produk: bahan apa saja yang dipakai, berapa kadarnya, dan bagaimana urutan serta kondisi pencampurannya. Hasilnya bukan sekadar daftar bahan. Formula yang baik harus memenuhi tiga syarat sekaligus: aman dipakai, stabil selama masa simpan, dan memberi pengalaman pakai yang sesuai janji brand.
Bagi brand owner, formulasi adalah titik di mana konsep pemasaran berubah menjadi produk fisik. Keputusan seperti tekstur, aroma, warna, dan bahan unggulan yang Anda tulis di brief akan diterjemahkan tim R&D pabrik menjadi komposisi yang bisa diproduksi berulang dengan mutu yang sama di setiap batch produksi.
Dalam skema maklon, Anda tidak perlu menguasai kimia kosmetik. Yang perlu Anda kuasai adalah menjelaskan apa yang Anda inginkan, menilai sampel dengan jujur, dan memahami batasan yang ditetapkan regulasi. Panduan ini menjelaskan ketiganya. Gambaran besar proses maklon dari awal sampai produk jadi ada di panduan maklon kosmetik.
Siapa pemilik formula dalam maklon?
Ini pertanyaan yang sebaiknya dijawab sebelum kontrak ditandatangani, karena praktiknya berbeda antarpabrik. Secara umum ada dua model:
| Model | Cara kerja | Yang perlu dicek |
|---|---|---|
| OEM (formula dikembangkan dari brief brand) | Pabrik menyusun formula baru berdasarkan brief Anda, lalu memproduksinya dengan merek Anda. | Siapa pemegang hak formula dan apakah formula hanya dipakai untuk brand Anda. |
| Formula katalog (sering disebut ODM) | Pabrik menawarkan formula yang sudah jadi; brand cukup memilih dan memberi merek. | Formula yang sama bisa dipakai brand lain, sehingga produk sulit dibedakan. |
ARK hanya menjalankan model OEM: setiap formula disusun dari brief masing-masing brand. Secara kontrak, formula milik ARK sebagai pihak maklon, tetapi ARK menjaga eksklusivitasnya. Formula yang dikembangkan untuk brand Anda hanya digunakan untuk brand Anda (one brand one formula), sehingga produk Anda tidak identik dengan brand lain yang diproduksi di pabrik yang sama.
Perbedaan kedua model dibahas lebih rinci di OEM dan ODM dalam maklon kosmetik, dan daftar hal yang perlu ditanyakan sebelum tanda tangan ada di pertanyaan sebelum kontrak maklon.
Seperti apa alur development produk di pabrik maklon?
Development produk berjalan dari brief sampai formula final yang siap diproduksi. Tahapan di ARK:
| Tahap | Yang terjadi | Durasi di ARK | Peran brand owner |
|---|---|---|---|
| 1. Konsultasi & brief | Diskusi konsep, target pasar, produk acuan, dan anggaran | Sesuai kesiapan brief | Menyiapkan brief dan produk acuan |
| 2. Sampling | Tim R&D menyusun formula dan membuat sampel | 14 hari kerja per putaran | Membayar sampel Rp250.000 per produk |
| 3. Evaluasi & revisi | Sampel dicoba, masukan dicatat, formula disesuaikan | Maksimal 2 kali revisi | Memberi masukan yang spesifik |
| 4. Persetujuan sampel | Formula dikunci; HPP final dihitung | HPP final terbit 7 hari kerja | Menyetujui sampel dan menandatangani SPK |
| 5. Legalitas | Uji lab, penyusunan DIP, notifikasi BPOM, halal | Notifikasi 28–35 hari kerja; halal ± 1 bulan | Melengkapi dokumen perusahaan dan merek |
| 6. Produksi & QC | Pembelian bahan, produksi, filling, pemeriksaan mutu | Brand baru siap ± 3,5–4 bulan setelah sampel disetujui | Menyiapkan kemasan dan rencana peluncuran |
Tahap 2 dan 3 paling menentukan jadwal. Brief yang jelas biasanya selesai dalam satu atau dua putaran; brief yang berubah di tengah jalan bisa menambah putaran dan biaya. Rincian tiap tahap dari brief sampai barang dikirim ada di proses maklon kosmetik dari A sampai Z.
Bagaimana menyusun brief produk yang baik?
Brief adalah dokumen satu sampai dua halaman yang menjelaskan produk yang ingin Anda buat. Semakin konkret brief, semakin cepat sampel mendekati harapan. Isi minimal sebuah brief:
| Bagian brief | Contoh isian | Kenapa penting |
|---|---|---|
| Jenis produk & fungsi | Serum wajah untuk membantu mencerahkan, dipakai pagi dan malam | Menentukan bentuk sediaan dan bahan utama |
| Target pengguna | Perempuan 20–30 tahun, kulit berminyak, tinggal di kota besar | Menentukan tekstur, aroma, dan kekuatan formula |
| Produk acuan (benchmark) | Dua produk di pasar yang teksturnya Anda sukai, plus yang tidak Anda sukai | Cara tercepat menyamakan persepsi dengan tim R&D |
| Bahan unggulan | Niacinamide dan ekstrak tanaman lokal | Menjadi dasar klaim dan cerita brand |
| Tekstur, warna, aroma | Cair ringan, bening, tanpa pewangi atau aroma lembut | Paling sering memicu revisi bila tidak ditulis |
| Klaim yang diinginkan | “Membantu menyamarkan noda hitam” | Klaim harus didukung formula dan data |
| Kemasan & ukuran | Botol pipet kaca 20 ml | Memengaruhi kekentalan, pengawet, dan stabilitas |
| Target harga jual | Rp99.000–Rp129.000 per botol | Menentukan pilihan bahan agar HPP masuk akal |
| Batasan khusus | Halal, tanpa alkohol, tanpa pewarna | Mempersempit pilihan bahan sejak awal |
Dua hal yang paling sering terlewat adalah target harga jual dan produk acuan. Tanpa target harga, tim R&D bisa menyusun formula yang bagus tetapi terlalu mahal untuk pasar Anda. Tanpa produk acuan, kata seperti “ringan” atau “lembap” ditafsirkan berbeda oleh setiap orang.
Untuk menentukan siapa target pengguna, lihat memahami target pasar produk skincare. Untuk produk parfum, ada template khusus di cara membuat brief aroma parfum.
Apa saja komponen sebuah formula kosmetik?
Hampir semua produk kosmetik tersusun dari kelompok bahan yang sama, dengan porsi berbeda sesuai bentuk sediaannya:
- Bahan dasar (base): air, minyak, atau etanol yang menjadi bagian terbesar formula dan membawa bahan lain.
- Bahan aktif: bahan yang memberi manfaat utama, misalnya pelembap, pencerah, atau tabir surya.
- Pengemulsi dan pengental: menyatukan fase air dan minyak serta membentuk tekstur krim, gel, atau losion.
- Pengawet: mencegah pertumbuhan mikroba selama produk dipakai. Produk berbasis air hampir selalu membutuhkannya.
- Pewangi dan pewarna: membentuk pengalaman pakai; keduanya opsional dan harus memakai bahan yang diizinkan.
- Pengatur pH dan penstabil: menjaga produk tetap nyaman di kulit dan tidak berubah selama masa simpan.
Semua bahan itu nantinya ditulis di label memakai nama INCI, diurutkan dari kadar terbesar. Inilah sebabnya pembeli yang teliti bisa menilai apakah bahan unggulan yang dipromosikan benar-benar ada dalam jumlah berarti.
Gambaran bentuk sediaan yang umum dipilih brand baru:
| Bentuk sediaan | Contoh produk | Catatan formulasi | Layanan terkait |
|---|---|---|---|
| Cairan | Toner, serum, micellar water, body mist | Cepat dikembangkan; perhatikan kejernihan dan pengawet | maklon skincare |
| Setengah padat | Krim, gel, losion, sunscreen | Tekstur dan stabilitas emulsi paling sering direvisi | maklon bodycare |
| Cairan berbusa | Facial wash, sampo, sabun cair | Atur keseimbangan busa, kekentalan, dan kelembutan | maklon haircare |
| Serbuk & padat | Bedak tabur, compact powder, lipstik | Warna dan daya lekat dinilai di beberapa warna kulit | maklon decorative |
| Parfum berbasis etanol | EDT, EDP, extrait | Konsentrasi bibit dan maserasi menentukan karakter | maklon parfum |
Pastikan pabrik memegang sertifikat CPKB untuk bentuk sediaan produk Anda. Sertifikat CPKB ARK mencakup cairan, setengah padat, serbuk, dan padat.
Bagaimana memilih bahan aktif dan kadarnya?
Bahan aktif sebaiknya dipilih dari masalah yang ingin diselesaikan untuk target pengguna, bukan dari bahan yang sedang viral. Tiga pertanyaan yang membantu:
- Apa satu manfaat utama produk ini? Satu produk dengan satu janji yang jelas lebih mudah dijual daripada produk dengan sepuluh klaim.
- Bahan apa yang punya data pendukung untuk manfaat itu? Bahan dengan data yang kuat memudahkan penyusunan klaim dan dokumen notifikasi.
- Berapa kadar yang masuk akal untuk harga jual Anda? Kadar tinggi tidak selalu lebih baik. Kadar perlu seimbang dengan kenyamanan di kulit, stabilitas, dan HPP.
Batas penggunaan bahan diatur Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik, yang menggantikan Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 dan perubahannya. Aturan ini memuat daftar bahan yang dilarang, bahan yang diizinkan dengan batasan kadar dan syarat penggunaan, serta daftar pewarna, pengawet, dan tabir surya yang diizinkan. Produk yang sudah bernotifikasi sebelum 3 Oktober 2025 diberi waktu menyesuaikan sampai 3 Oktober 2026, jadi aturan baru ini kini berlaku penuh.
Praktisnya, brand owner tidak perlu menghafal lampiran peraturan. Tugas memeriksa kesesuaian bahan ada pada tim R&D dan regulatori pabrik. Yang perlu Anda lakukan adalah tidak memaksakan kadar atau bahan yang dilarang demi klaim yang lebih “kuat”, dan memastikan pabrik menjelaskan alasan setiap pilihan bahan.
Daftar bahan yang sedang banyak dipakai brand dan batas klaimnya ada di tren bahan aktif skincare. Bahan yang sering disalahpahami sebagai berbahaya, padahal diizinkan dengan batasan, dibahas di bahan berbahaya dalam produk kecantikan.
Apa yang dinilai saat sampling, dan bagaimana memberi masukan?
Sampling adalah tahap di mana Anda mencoba formula pertama. Di ARK, sampel dibuat dalam 14 hari kerja per putaran, dengan biaya Rp250.000 per produk dan maksimal 2 kali revisi. Agar revisi tidak terbuang, nilai sampel dengan cara yang terstruktur:
| Aspek | Cara menilai | Contoh masukan yang bisa ditindaklanjuti |
|---|---|---|
| Tekstur | Oleskan di punggung tangan dan wajah, bandingkan dengan produk acuan | “Terlalu kental dibanding acuan A; ingin seringan acuan B” |
| Penyerapan & rasa di kulit | Catat rasa lengket atau berminyak setelah 5 dan 30 menit | “Masih lengket setelah 5 menit, terutama di cuaca panas” |
| Aroma | Cium saat dibuka, saat dioles, dan setelah 1 jam | “Aroma awal terlalu tajam; ingin lebih lembut” |
| Warna & tampilan | Lihat di wadah bening dan di bawah cahaya alami | “Warna terlalu kuning untuk kemasan bening” |
| Kecocokan dengan kemasan | Coba di kemasan final bila sudah ada (pump, pipet, tube) | “Terlalu cair untuk pump; mudah menetes” |
| Uji pakai terbatas | Minta 5–10 orang dari target pasar mencoba beberapa hari | “7 dari 10 penguji merasa terlalu berminyak” |
Masukan seperti “kurang enak” atau “belum pas” sulit diterjemahkan menjadi perubahan formula. Masukan yang menyebut aspek, pembanding, dan arah perubahan biasanya cukup diselesaikan dalam satu putaran revisi.
Uji pakai terbatas oleh calon pembeli sangat disarankan, tetapi perlakukan hasilnya sebagai masukan selera, bukan bukti keamanan atau khasiat. Bukti keamanan dan khasiat berasal dari pengujian yang dibahas di bagian berikutnya.
Uji stabilitas, uji lab, dan uji keamanan: apa bedanya?
Ketiganya sering tertukar, padahal fungsinya berbeda:
| Pengujian | Yang dibuktikan | Kapan dilakukan |
|---|---|---|
| Uji stabilitas | Produk tidak berubah warna, bau, tekstur, atau terpisah selama masa simpan, termasuk saat terkena panas dan dingin | Selama development, sebelum formula dikunci |
| Uji lab untuk notifikasi | Data mutu produk yang dibutuhkan sebagai dokumen pendukung notifikasi BPOM | Di ARK, berjalan di dalam proses notifikasi (± 14 hari kerja), Rp2.500.000; tidak berlaku untuk parfum |
| Uji cemaran | Kadar mikroba dan logam berat berada di bawah batas Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik | Bagian dari pengendalian mutu produk |
| Uji keamanan & klaim khusus | Contohnya uji iritasi, uji dermatologi, atau nilai SPF yang wajib diuji in vivo | Bila klaim produk membutuhkannya |
| Pemeriksaan QC per batch | Setiap batch produksi sesuai spesifikasi formula yang disetujui | Setiap kali produksi, dicatat dalam COA |
Untuk brand owner, aturan praktisnya: setiap klaim yang terdengar seperti hasil uji (“teruji dermatologis”, “SPF 50”) harus punya laporan uji yang bisa ditunjukkan. Penjelasan lebih lanjut ada di pentingnya uji dermatologi untuk kosmetik dan proses quality control dalam produksi. Dokumen keamanan bahan dari pemasok, seperti MSDS, menjadi bagian dari data pendukung yang disimpan pabrik.
Klaim apa yang boleh dijanjikan sebuah formula?
Klaim adalah pernyataan tentang manfaat atau keamanan produk, baik di label maupun di iklan. Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika mensyaratkan klaim yang benar, dapat dibuktikan, jelas, dan tidak menyesatkan. Penandaan dan iklan kosmetik diatur lebih lanjut dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024.
Klaim harus mengikuti formula, bukan sebaliknya. Contoh perbandingannya:
| Klaim yang aman bila didukung formula dan data | Klaim yang berisiko ditolak atau melanggar |
|---|---|
| Membantu menjaga kelembapan kulit | Menyembuhkan kulit kering dan eksim |
| Membantu menyamarkan tampilan noda hitam | Menghilangkan flek permanen dalam 7 hari |
| Membantu membersihkan kulit kepala dari ketombe | Mengobati infeksi jamur kulit kepala |
| Mengandung niacinamide (bila memang ada di formula) | “100% aman tanpa efek samping” |
| SPF 30 (dengan laporan uji in vivo) | SPF tanpa laporan uji |
Kata yang menyiratkan pengobatan, seperti “menyembuhkan”, “mengobati”, atau “menghilangkan jerawat”, membuat produk keluar dari definisi kosmetik. Klaim “bebas bahan X” untuk bahan yang memang dilarang juga tidak diperbolehkan. Definisi dan contoh lengkapnya ada di klaim kosmetik, dan seluruh aspek perizinan dibahas di panduan legalitas kosmetik.
Bagaimana formula memengaruhi HPP dan harga jual?
Formula adalah salah satu penentu terbesar HPP. Di ARK, estimasi awal produksi formula dasar mulai Rp30 jutaan untuk 1.000 pcs per varian, sudah termasuk kemasan standar. Formula yang lebih kompleks menghasilkan angka berbeda, dan HPP final terbit setelah sampel disetujui.
| Keputusan formulasi | Membuat HPP naik | Membuat HPP lebih hemat |
|---|---|---|
| Bahan aktif | Bahan khusus atau berkadar tinggi, bahan impor tertentu | Bahan yang umum, teruji, dan mudah didapat |
| Jumlah bahan unggulan | Banyak bahan “highlight” sekaligus | Satu atau dua bahan unggulan yang jelas |
| Tekstur & teknik | Proses khusus yang butuh waktu atau suhu tertentu | Teknik produksi standar |
| Kemasan | Airless, kaca tebal, ukuran besar | Kemasan stok dengan ukuran sesuai harga jual |
| Jumlah varian | Banyak varian dalam satu peluncuran | Satu produk andalan dulu, varian menyusul |
| Jumlah revisi | Brief berubah di tengah sampling | Brief lengkap dengan produk acuan |
Untuk menguji apakah formula masuk akal secara bisnis, mulailah dari harga jual target, lalu hitung mundur margin untuk reseller, biaya pemasaran, dan HPP. Contoh hitungan modal lengkap ada di biaya maklon kosmetik, dan alasan harga produk perawatan bisa jauh berbeda dibahas di alasan harga produk skincare mahal.
Cara membuat produk berbeda di pasar yang ramai
Banyak brand baru memakai bahan aktif yang sama. Diferensiasi jarang datang dari satu bahan saja, tetapi dari kombinasi keputusan formulasi dan positioning:
- Formula eksklusif. Formula yang disusun dari brief Anda sendiri lebih sulit ditiru daripada formula katalog.
- Pengalaman pakai. Tekstur, aroma, dan rasa di kulit sering lebih diingat pembeli daripada daftar bahan.
- Target pengguna yang spesifik. Formula untuk kebutuhan yang jelas, misalnya kulit berminyak di iklim lembap, lebih mudah dikomunikasikan.
- Format produk. Ukuran travel, format stik, atau paket rutinitas bisa membedakan produk dengan bahan yang mirip.
- Cerita bahan yang jujur. Bahan lokal atau alasan pemilihan bahan yang masuk akal menjadi bahan konten, selama tidak dilebih-lebihkan.
Cara merumuskan pembeda brand secara utuh ada di cara menentukan unique selling point. Untuk produk skincare, contoh pemilihan produk pertama dan paket peluncuran ada di panduan bisnis skincare; untuk parfum, lihat panduan bisnis parfum.
Kesalahan yang sering terjadi saat development produk
- Brief hanya berupa nama bahan. “Serum niacinamide 10%” belum menjelaskan tekstur, target pengguna, kemasan, dan harga jual.
- Meniru produk viral secara utuh. Produk acuan berguna untuk menyamakan persepsi, tetapi produk yang identik sulit bersaing dan berisiko secara merek.
- Mengejar kadar setinggi mungkin. Kadar tinggi menaikkan HPP dan bisa membuat produk kurang nyaman tanpa jaminan hasil lebih baik.
- Memilih kemasan setelah formula jadi. Kemasan memengaruhi kekentalan, pengawet, dan stabilitas, jadi sebaiknya ditentukan sejak brief.
- Menyusun klaim sebelum formula final. Klaim yang ditulis lebih dulu sering tidak didukung formula atau data uji.
- Memberi masukan sampel yang umum. Masukan tanpa pembanding membuat revisi meleset dan jatah revisi cepat habis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya bisa membawa formula sendiri ke pabrik maklon?
Bisa didiskusikan, tetapi formula tetap perlu dievaluasi tim R&D pabrik dari sisi kesesuaian bahan dengan regulasi, ketersediaan bahan, stabilitas, dan kesiapan produksi. Formula dari luar sering perlu disesuaikan agar bisa diproduksi berulang dengan mutu yang sama.
Berapa lama sampai sampel pertama jadi?
Di ARK, satu putaran sampel butuh 14 hari kerja setelah brief disepakati. Dengan maksimal 2 kali revisi, tahap sampling umumnya selesai dalam satu sampai tiga putaran.
Berapa biaya membuat sampel?
Di ARK, biaya sampel Rp250.000 per produk, termasuk maksimal 2 kali revisi. Biaya ini terpisah dari biaya produksi.
Apakah formula saya akan dijual ke brand lain?
Di ARK tidak. Secara kontrak formula milik ARK sebagai pihak maklon, tetapi formula yang dikembangkan untuk brand Anda hanya dipakai untuk brand Anda (one brand one formula).
Bisakah formula diubah setelah produk beredar?
Bisa, tetapi perubahan komposisi umumnya memerlukan penyesuaian data notifikasi BPOM dan bisa memengaruhi label. Rencanakan perubahan formula sebagai pengembangan produk baru, bukan revisi kecil.
Apakah produk halal memengaruhi pilihan bahan?
Ya. Setiap bahan harus berasal dari sumber yang memenuhi ketentuan halal, termasuk bahan turunan hewani dan etanol untuk pewangi. Karena itu, kebutuhan halal sebaiknya ditulis di brief sejak awal. Lihat juga sertifikat halal.
Apakah saya perlu uji klinis untuk produk kosmetik?
Tidak semua produk perlu. Kebutuhan uji bergantung pada klaim yang ingin dicantumkan. Klaim umum seperti “membantu melembapkan” berbeda kebutuhannya dengan klaim angka seperti nilai SPF yang wajib diuji in vivo.
Panduan terkait: panduan maklon kosmetik untuk alur kerja sama dari awal, dan panduan legalitas kosmetik untuk notifikasi BPOM, halal, dan merek.
Siap mengubah ide menjadi sampel?
Kirim konsep dan produk acuan Anda ke tim ARK. Kami bantu menyusun brief, memperkirakan biaya, dan menjadwalkan sampling. Lihat juga layanan produksi kosmetik ARK.
Sumber
Sumber resmi, dicek 3 November 2026:
- Peraturan BPOM No. 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik
- Peraturan BPOM No. 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika
- BPOM: aturan penandaan, promosi, dan iklan kosmetik (Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024)
- Peraturan BPOM No. 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik