Filling adalah tahap produksi ketika produk ruahan (bulk) yang sudah lolos pemeriksaan mutu diisikan ke dalam kemasan primer sesuai volume atau berat yang ditetapkan.
Arti filling
Setelah formula dicampur dan diperiksa, produk masih berupa ruahan dalam tangki. Tahap filling mengisikan ruahan itu ke botol, tube, jar, atau sachet, biasanya dengan mesin pengisi yang diatur volumenya. Setelah filling, kemasan ditutup, diberi kode batch dan tanggal kedaluwarsa, lalu dikemas dalam kemasan sekunder.
Kenapa filling penting bagi brand owner
Pilihan kemasan menentukan seberapa mudah dan cepat proses filling. Bentuk botol yang tidak standar, mulut wadah yang sempit, atau formula yang sangat kental bisa memerlukan penyesuaian mesin. Karena itu, kecocokan kemasan sebaiknya diuji sebelum kemasan dipesan dalam jumlah besar. Ketepatan isi juga penting, karena netto di label harus sesuai isi sebenarnya.
Contoh filling
Brand body mist memilih botol 100 ml dengan sprayer. Sebelum produksi, pabrik menguji beberapa botol pada mesin pengisi untuk memastikan volume konsisten dan sprayer berfungsi baik. Setelah itu, 1.000 botol diisi, ditutup, diberi kode batch, lalu dikemas dalam box.
Di dalam alur produksi, filling berada setelah pencampuran dan pemeriksaan mutu ruahan, serta sebelum pengemasan akhir dan pemeriksaan produk jadi. Hasil filling dicatat per batch, termasuk jumlah yang diisi dan sisa ruahan, sehingga setiap produk bisa ditelusuri bila suatu saat ada keluhan dari konsumen.
Hal yang perlu diperhatikan
- Uji kemasan pada mesin pengisi sebelum memesan dalam jumlah besar.
- Formula yang sangat kental atau sangat encer memerlukan jenis pompa dan nozzle yang sesuai.
- Netto di label harus sesuai isi sebenarnya.
- Ketersediaan kemasan sering menjadi penyebab jadwal filling mundur.
Istilah terkait
Pelajari lebih lanjut: Panduan maklon kosmetik · Jenis kemasan kosmetik · Proses maklon kosmetik dari A sampai Z