Bahan aktif adalah bahan dalam formula kosmetik yang berperan memberikan manfaat utama produk, misalnya melembapkan, membantu mencerahkan tampilan kulit, atau melindungi dari sinar matahari.
Arti bahan aktif
Formula kosmetik terdiri dari bahan dasar (misalnya air, minyak, pengental), bahan pendukung (pengawet, pewangi, penstabil), dan bahan aktif. Contoh bahan aktif yang populer antara lain niacinamide, hyaluronic acid, ceramide, alpha arbutin, dan bahan tabir surya. Setiap bahan aktif punya kadar efektif dan, untuk bahan tertentu, batas kadar yang diatur BPOM.
Kenapa bahan aktif penting bagi brand owner
Bahan aktif menentukan tiga hal sekaligus: manfaat yang bisa diklaim, biaya bahan baku, dan uji yang diperlukan. Klaim manfaat harus sesuai data, sehingga memilih bahan aktif berarti juga memilih klaim yang boleh ditulis. Bahan aktif khusus atau berkadar tinggi menaikkan HPP. Di ARK, produk dengan alpha arbutin diuji kadar hydroquinone-nya selama proses notifikasi.
Contoh bahan aktif
Brand membuat moisturizer untuk kulit kering dengan ceramide dan hyaluronic acid sebagai bahan aktif. Klaim di label disusun sesuai fungsi bahan itu, yaitu membantu menjaga kelembapan kulit, tanpa klaim yang menyerupai obat.
Saat menyusun brief, sebutkan manfaat yang Anda inginkan dan target harga jual, bukan hanya nama bahan aktif yang sedang tren. Tim R&D akan menyarankan kombinasi bahan aktif dan kadar yang realistis untuk anggaran Anda, sekaligus memastikan klaim yang akan ditulis bisa didukung data.
Hal yang perlu diperhatikan
- Kadar bahan aktif memengaruhi manfaat, biaya, dan kadang uji yang diperlukan.
- Beberapa bahan aktif tidak stabil terhadap udara atau cahaya, sehingga memerlukan kemasan khusus.
- Kombinasi bahan aktif perlu dicek kecocokannya oleh tim R&D.
- Menyebut persentase bahan aktif di label termasuk klaim yang harus didukung data formula.
Istilah terkait
Pelajari lebih lanjut: Panduan bisnis skincare · Biaya maklon kosmetik