MSDS (Material Safety Data Sheet), kini juga disebut SDS (Safety Data Sheet), adalah dokumen dari pemasok yang memuat informasi keamanan suatu bahan, termasuk sifat, bahaya, penanganan, penyimpanan, dan tindakan darurat.
Arti MSDS
Setiap bahan baku yang masuk ke pabrik, seperti bahan aktif, pewangi, atau pelarut, disertai MSDS dari pemasoknya. Dokumen ini dipakai tim produksi dan gudang untuk menangani bahan dengan aman, misalnya suhu penyimpanan, alat pelindung yang diperlukan, dan cara menangani tumpahan.
Kenapa MSDS penting bagi brand owner
MSDS berbeda dengan COA. COA menyatakan hasil uji mutu satu batch bahan atau produk, sedangkan MSDS menjelaskan sifat dan risiko bahan secara umum. Keduanya menjadi bagian dari dokumentasi mutu pabrik dan data pendukung di Dokumen Informasi Produk. Untuk brand owner, pabrik yang tertib mendokumentasikan MSDS dan COA menunjukkan sistem mutu yang berjalan.
Contoh MSDS
Pabrik menerima bibit parfum untuk produksi EDP. Bersama bahan itu, pemasok menyerahkan MSDS yang menyebut sifat mudah terbakar dan suhu penyimpanan yang disarankan, serta dokumen kepatuhan standar IFRA. Bahan disimpan sesuai MSDS sebelum masuk tahap pencampuran.
Selain MSDS dan COA, pemasok bahan tertentu juga menyerahkan dokumen pendukung lain, misalnya pernyataan kepatuhan standar IFRA untuk bibit parfum atau dokumen asal bahan untuk keperluan sertifikasi halal. Kelengkapan dokumen pemasok membuat pengurusan notifikasi dan halal berjalan lebih lancar.
Hal yang perlu diperhatikan
- MSDS menjelaskan bahan baku, bukan produk jadi yang dijual ke konsumen.
- Bahan yang mudah terbakar, seperti pelarut dan bibit parfum, memerlukan penyimpanan khusus sesuai MSDS.
- Pabrik yang tertib menyimpan MSDS dan COA untuk setiap bahan yang dipakai.
- Brand owner dapat menanyakan dokumentasi mutu ini saat memilih pabrik.
Istilah terkait
Pelajari lebih lanjut: Panduan formulasi kosmetik · Panduan maklon kosmetik · Quality control dalam produksi