OEM (Original Equipment Manufacturer) dalam maklon kosmetik adalah skema ketika pabrik memproduksi produk berdasarkan konsep dan spesifikasi dari pemesan, lalu produk dijual dengan merek milik pemesan.
Arti OEM
Dalam industri kosmetik Indonesia, OEM sering dipakai bergantian dengan istilah maklon dan private label. Pemesan membawa konsep, target pasar, dan acuan produk; pabrik mengembangkan formula, membuat sampel, memproduksi, dan memeriksa mutu. Merek dan penjualan sepenuhnya dipegang pemesan.
Kenapa OEM penting bagi brand owner
Dengan skema OEM, brand owner tidak perlu membangun pabrik, laboratorium, atau sertifikasi CPKB sendiri. Modal bisa difokuskan pada merek dan pemasaran. Yang perlu dipastikan adalah kejelasan pembagian peran: siapa yang mengurus legalitas produk, atas nama siapa notifikasi diajukan, dan apa saja yang termasuk dalam harga.
Contoh OEM
Seorang pemilik brand ingin membuat sunscreen ringan untuk kulit berminyak. Ia membawa contoh produk acuan dan target harga jual. Pabrik menyusun formula, menyiapkan sampel, lalu memproduksi 1.000 pcs dengan merek milik pemesan setelah sampel disetujui.
Dalam praktik, kerja sama OEM dimulai dari konsultasi dan brief, berlanjut ke sampling dengan revisi, lalu persetujuan sampel, pengurusan legalitas, produksi, dan pengiriman. Untuk brand baru di ARK, produk siap sekitar 3,5–4 bulan setelah sampel disetujui, dengan produksi mulai 1.000 pcs per varian.
Hal yang perlu diperhatikan
- Pastikan sertifikat CPKB pabrik mencakup bentuk sediaan produk Anda.
- Tanyakan atas nama siapa notifikasi BPOM diajukan; di ARK, notifikasi diajukan atas nama ARK sebagai pihak maklon.
- Daftarkan merek atas nama Anda sendiri sebelum desain kemasan final.
- Sepakati apa saja yang termasuk dalam harga sebelum menandatangani perjanjian.
Istilah terkait
Pelajari lebih lanjut: Panduan maklon kosmetik · Apa itu maklon kosmetik · Syarat maklon kosmetik