Pengawet kosmetik (preservative) adalah bahan yang ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan kapang di dalam produk, sehingga produk tetap aman dipakai selama masa simpannya.

Arti pengawet kosmetik

Produk yang mengandung air, seperti lotion, toner, dan serum, menjadi tempat yang mudah ditumbuhi mikroba, apalagi setelah kemasan dibuka dan tersentuh jari. Pengawet menjaga produk tetap aman dalam kadar yang diizinkan. Jenis dan batas kadar pengawet diatur dalam ketentuan BPOM tentang bahan kosmetik.

Kenapa pengawet penting bagi brand owner

Klaim “tanpa pengawet” sering dianggap menarik, tetapi formula berbahan air tanpa sistem pengawet yang memadai berisiko tercemar. Klaim seperti ini juga harus didukung data, karena klaim kosmetik diawasi BPOM. Pilihan pengawet berkaitan erat dengan uji stabilitas dan jenis kemasan; kemasan airless, misalnya, membantu mengurangi kontaminasi.

Contoh pengawet kosmetik

Brand ingin meluncurkan toner berbahan ekstrak tumbuhan dengan citra “natural”. Tim R&D tetap memakai sistem pengawet dalam kadar yang diizinkan dan menguji produk selama masa simpan. Di label, brand memakai klaim yang sesuai data, bukan “bebas pengawet”.

Pengawet bukan satu-satunya pelindung produk. Kebersihan proses produksi, kualitas air yang dipakai, dan kemasan yang tepat sama pentingnya. Pabrik yang menerapkan CPKB mengendalikan semua faktor ini, sehingga kadar pengawet bisa dijaga seperlunya tanpa mengorbankan keamanan produk.

Hal yang perlu diperhatikan

Istilah terkait

Pelajari lebih lanjut: Panduan bisnis skincare · Cara membuat skincare sendiri untuk dijual