Uji stabilitas adalah pengujian untuk memastikan produk kosmetik tetap stabil secara fisik, kimia, dan mikrobiologi selama penyimpanan, sehingga mutu dan keamanannya terjaga sampai tanggal kedaluwarsa.
Arti uji stabilitas
Produk diamati dalam kondisi penyimpanan tertentu, misalnya suhu ruang dan suhu lebih tinggi, untuk melihat apakah terjadi perubahan warna, bau, kekentalan, pemisahan fase, atau pertumbuhan mikroba. Hasilnya menjadi dasar penentuan masa simpan dan disimpan sebagai data pendukung di Dokumen Informasi Produk.
Kenapa uji stabilitas penting bagi brand owner
Produk yang tidak stabil bisa berubah di tangan pembeli: krim memisah, aroma berubah, atau warna menggelap. Masalah ini merusak ulasan dan bisa berujung penarikan produk. Formula dengan bahan alami, bahan aktif sensitif, atau sistem pengawet yang minim perlu perhatian lebih. Kemasan juga ikut menentukan stabilitas, karena udara dan cahaya mempercepat kerusakan bahan tertentu.
Contoh uji stabilitas
Serum vitamin C diuji dalam dua jenis kemasan: botol bening dan airless buram. Setelah diamati, warna serum di botol bening berubah lebih cepat. Brand akhirnya memilih kemasan airless buram agar produk tetap stabil sampai masa simpannya.
Uji stabilitas berbeda dengan pemeriksaan mutu per batch. Uji stabilitas dilakukan saat formula dikembangkan untuk melihat perilaku produk dari waktu ke waktu, sedangkan pemeriksaan mutu per batch memastikan setiap produksi sesuai spesifikasi. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga mutu produk brand Anda.
Hal yang perlu diperhatikan
- Uji dilakukan pada formula di dalam kemasan yang akan dipakai, bukan hanya di wadah laboratorium.
- Perubahan bahan aktif, pewangi, atau kemasan setelah uji dapat mengubah hasil stabilitas.
- Hasil uji menjadi dasar masa simpan yang dicetak di label.
- Simpan produk jadi sesuai saran penyimpanan agar stabilitas tetap terjaga di gudang.
Istilah terkait
Pelajari lebih lanjut: Panduan bisnis skincare · Quality control dalam produksi