Fiksatif adalah bahan dalam racikan parfum yang memperlambat penguapan bahan aroma lain, sehingga aroma bertahan lebih lama dan perubahannya dari waktu ke waktu lebih halus.

Arti fiksatif

Fiksatif umumnya bahan beraroma lembut dan berat yang menguap perlahan, misalnya golongan musk, resin, atau bahan kayu tertentu. Bahan ini “menahan” bahan aroma yang lebih ringan sehingga tidak cepat hilang.

Fiksatif biasanya berada di lapis base notes, dan perannya terasa lebih jelas pada konsentrasi tinggi seperti EDP dan extrait.

Kenapa fiksatif penting bagi brand owner

Ketahanan adalah salah satu alasan utama pembeli memilih parfum. Racikan dengan fiksatif yang tepat membantu aroma tetap tercium tanpa harus disemprot berulang kali. Meski begitu, ketahanan juga ditentukan oleh konsentrasi bibit, karakter aroma, dan jenis kulit.

Klaim ketahanan seperti “tahan 12 jam” termasuk klaim kosmetik yang harus didukung bukti. Diskusikan target ketahanan dan konsentrasi bersama tim R&D melalui layanan maklon parfum.

Fiksatif yang berlebihan juga bisa membuat aroma terasa berat atau terlalu manis, terutama di cuaca panas. Karena itu, keseimbangan racikan lebih penting daripada sekadar membuat aroma tahan selama mungkin. Uji sampel di kondisi pemakaian nyata, misalnya di luar ruangan atau saat beraktivitas, sebelum memberikan persetujuan.

Bagi brand owner, istilah fiksatif tidak perlu dicantumkan di label secara terpisah; yang penting adalah hasil akhirnya, yaitu ketahanan aroma yang sesuai harapan pembeli, kebiasaan pemakaian mereka, dan klaim yang Anda tulis. Komposisi lengkap tetap mengikuti ketentuan penandaan kosmetik.

Contoh fiksatif

Brand mengeluhkan sampel EDT beraroma citrus yang cepat hilang. Tim R&D menambahkan base notes musk ringan sebagai fiksatif, sehingga kesan segar di awal tetap ada dan aroma lembut masih tercium beberapa jam kemudian. Brand lalu menulis klaim ketahanan sesuai hasil uji, bukan perkiraan.

Istilah terkait

Pelajari lebih lanjut: Panduan bisnis parfum brand sendiri · Perbedaan EDP, EDT, dan EDC